the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Selasa, Maret 22, 2011

The Hunger Games adalah salah satu novel favorit gw (sebenarnya semuanya favorit, hahaha). Ceritanya seru tapi ada bagian-bagian sedihnya juga sih. Sebenarnya The Hunger Games ini Trilogi, tapi gw baru sempat buat resensi buku pertamanya. Buku kedua The Hunger Games judulnya Catching Fire (tersulut) dan buku ketiganya Mockingjay, tapi buku ketiganya belum terbit dalam Bahasa Indonesia. Buat kalian pecinta novel sejati, ngga rugi deh baca nih novel coz ceritanya seru and akhir ceritanya sangat mengejutkan dan ngga mungkin ketebak deh!

Judul : The Hunger Games
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Oktober 2009
Jumlah halaman : 408 halaman
Kategori : Novel


Dua puluh empat peserta.
Hanya ada satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis berusia 16 tahun yang tinggal bersama adik perembuannya Prim dan ibunya di wilayah termiskin di distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan.

[begitulah kira-kira sinopsis yang tertulis di balik buku ini]

Sinopsis singkat novel ini ala Sarah begini nih :

Di Distrik 12 tinggalah seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen dan adiknya Primrose Everdeen serta ibunya. Ayah Katniss meninggal karna kecelakaan di tambang batubara (penghasilan utama Distrik 12 adalah Batu Bara) bersama rekan-rekan kerjanya. Salah satu anak dari korban tambang batu bara itu adalah Gale. Sejak ayahnya meninggal Katniss-lah yang menjadi kepala keluarga karena ibunya seolah menghilang dari dunia ini (Ibu katniss stress tapi hal inin tidak berlangsung lama). Awalnya Katniss menghidupi keluarganya dengan menjual barang-barang mereka, tapi mereka tidak memiliki banyak barang sehingga ia harus mencari cara lain untuk bertahan hidup. Akhirnya Katniss memberanikan diri untuk memasuki hutan diluar pagar distrik (hal ini dilarang) dengan bekal yang diajarkan ayahnya dulu. Suatu hari Katniss bertemu dengan Gale, mereka pun menjadi akrab dan selalu berburu bersama selama bertahun-tahun.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan. Hari pemungutan tiba dan Prim terpilih menjadi peserta The Hunger Games, tapi Katniss tak dapat menerima hal ini dan ia pun mengajukan diri untuk menjadi peserta perempuan. Peeta Melark adalah peserta laki-laki yang terpilih.

Katniss tidak mengenal baik Peeta, tapi ada satu hal yang membuat Kaniss tak pernah melupakan Peeta. Dulu, Katniss pernah hampir mati kelaparan. Saat itu ia belum makan dan harus mencari uang untuk memberi makan ibu dan adiknya, ia sedang berusahan menjual pakaian Prim yang sudah kecil tapi tidak ada seorang pun yang ingin membelinya. Cuaca sedang hujan deras dan Katniss tidak memiliki tenaga lagi untuk berjalan, ia melihat tempat sampah milik tukang roti dan berharap bisa mendapatkan makanan disana, namun istri tukang roti itu melihatnya dari jendela dan mengusirnya. Katniss tak bisa membantah kata-kata istri tukang roti itu, ia pun beristirahat dibawah pohon di pekarangan belakang tukang roti itu, Katniss hampir mati karna kediginan dan kelaparan. Dari dalam rumah Katniss mendengar suara marah-marah dan keluarlah seorang anak laki-laki bertubuh gempal, ia memandang sekeliling sambil membawa roti hangus. Diwajah anak itu terdapat bekas tamparan, mungkin tamparan ibunya yang merah karena ia menjatuhkan roti kedalam panggangan dan membuat roti itu gosong dan tak mungkin bisa dijual. Anak itu terus mengawasi sekeliling dan ia melemparkan roti itu kearah Katniss lalu berlari menuju pintu. Hari itu Katniss dan keluarganya makan makanan enak dan Katniss bertekad untuk tetap bersemangat menjalanin hidupnya dan keesokan harinya ia memberanikan diri untuk berburu. Anak itu adalah Peeta, anak yang membuat Katniss tetap hidup.

Katniss Everdeen dan Peeta Melark terpilih menjadi peserta The Hunger Games ke-74 dengan mentor Haymitch (satu-satunya peserta dari distrik 12 yang pernah menang) dan Effie Trinket sebagai pendampingnya. Katniss pun dibawa ke Capitol (ibukota Panem) dan berlatih disana selama beberapa minggu. Katniss dan tim-nya (termasuk Peeta, China, Portia dll) mengatur strategi dan strategi mereka adalah menampilkan Katniss dan Peeta sebagai sahabat. Hari pertama pembukaan The Hunger Games, Katniss dan Peeta tampil sangat menawan karena baju yang dirancang oleh China dan Portia (penata gaya) yang sangat spektakuler dan berbeda dari yang lain. Katniss dan Peeta memakai baju yang terbakar (melambangkan batu bara) dan membuat para penonton terpesona dan hal ini sangat menguntungkan bagi mereka.

Sebelum duapuluh empat peserta The Hunger Games dikirim ke arena, mereka diwawancarai dan wawancara ini disiarkan ke seluruh Panem. Terjadi hal yangs sangat mengejutkan, Peeta yang diwawancarai terakhir (wawancara sesuai urutan distrik) membuat pengakuan bahwa ia mencintai seseorang tapi ia cinta mereka tak mungkin bersatu karena gadis itu mengikuti The Hunger Games juga (peraturan dalam The Huger Games ini hanya ada satu pemenang dan yang lainnya harus mati). Semua tau bahwa gadis itu adalah Katniss. Penonton dari seluruh distrik tentu tidak akan melupakan mereka –pasangan yang tak bisa bersatu- dan tentu hal ini menguntungkan bagi mereka karena ini akan membuat mereka mendapatkan banyak sponsor yang akan membantu mereka di arena nantinya. Katniss mengira hal ini hanyalah akal-akalan Peeta dan Haymitch agar mendapatkan banyak sponsor padahal Peeta benar-benar menyukai Katniss.

The Hunger Games pun dimulai dan peserta dibawa ke arena yang tidak pernah diketahui mereka sebelumnya. Diarena semua berjalan cepat pada awalnya, namun hari-hari seterusnya sangat menyiksa Katniss (tidak hanya fisik tapi juga batin). Suatu malam saat Katniss sedang beristirahat diatas pohon dan memikirkan Peeta yang menyelamatkannya hingga tertusuk tombak Cato (peserta karir, maksudnya mereka berkelompok dengan distrik lain dan membunuh peserta lain yang lemah), terdengar suara pembawa acara The Hunger Games bahwa peraturannya diubah dan peserta dari Distrik yang sama bisa memenangkan The Hunger Games. Saat itu tinggal beberapa peserta yang masih bertahan dan Katniss segera mencari Peeta yang tentunya sedang sekarat karna tusukkan tombak di kakinya. Setelah berjalan lama, Katniss menemukan Peeta yang sedang berkamuflase di dalam lumpur di sungai (Peeta adalah anak tukang roti dan ia sangat mahir dalam berkamuflase). Keadaan Peeta sangat buruk dan Katniss terpaksa merawat Peeta selama beberapa hari.

Setelah menghadapi banyak rintangan, akhirnya Peeta sembuh berkat obat yang diambil Katniss dengan mempertaruhkan nyawanya. Setelah merasa siap akhirnya Katniss dan Peeta memutuskan untuk menunggu musuh-musuh mereka di Cornucopia (Cornucopia adalah patung emas berbentuk terompet yang menjadi tanda sebagai tengah arena). Peserta hanya tersisa tiga orang yaitu Katniss, Peeta dan Cato. Tiba-tiba Cato datang dengan tergesa-gesa dan diikuti oleh monster ciptaan Capitol. Akhirnya Cato meninggal dan tinggalah Katniss dan Peeta yang keadaannya sangat buruk. Mereka menunggu pesawat yang akan membawa meraka keluar dari arena namun terdengar suara pembawa acara The Huger Games yang mengumumkan peraturan bahwa dua orang dari distrik yang sama dapat memenangkan The Huger Games dicabut dan hanya ada satu pemenang.

Peeta yang mencintai katniss tentu juga ingin hidup, tapi bagaimanapun ia mencintai Katniss dan merasa tak mampu untuk membunuh Katniss. Dan Katniss yang merasa berhutang budi pada Peeta karna telah menyelamatkannya saat masih kecil pun tak mampu membunuh Peeta.

Bagaimana akhirnya. . . ?? Ngga ketebak deh!
Mau tau. . . ?? Silahkan membaca novel The Hunger Games. hahaha

***

Wow… Panjang yaaa, padahal judulnya ‘Sinopsis Singkat’ hehehe. Sinopsis diatas adalah cerita dalam novel The Hunger Games, tapi bagian serunya (pas persiapan sebelum The Huger Games mulai and pas diarena) dihilangkan cz gw ngga bisa ngungkapin pake kata-kata. Novel ini seru banget deh, dan akhirnya SANGAT tak bisa ditebak. Sejujurnya, seluruh tebakan gw tentang akhir kisahnya ternyata SALAH. Cara Suzanne Collins menyampaikan ceritanya juga seru. Pokoknya ngga rugi deh baca nih novel.




*Resensi novel kedua 'The Hunger Games' [HERE]
*Posting terkait : The Hunger Games Movie [HERE]
*Website terkait :
http://www.thehungergames.co.uk/
http://www.suzannecollinsbooks.com

Label: ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥