the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Senin, Maret 28, 2011

MENGAGUMKAN! Itulah kata-kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan novel ini. Novel yang satu ini sangat mengagumkan sampe gw ngga bisa mengungkapkan betapa hebatnya novel ini. Makasih banget ya buat Yanti yang udah ikhlas minjemin buku keren ini. Sejujurnya, gw pengen jadi guru deh cz baca nih novel, tapi gw kan mau jadi psikolog (amin) bagusnya jadi psikolog pendidikan aja kalee ya! (curcol mode : ON, hahaha… ). Nah ayo mulai mengupas novel autobiographi-nya Totto-chan.

Judul : Totto-chan : Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Mei 2003
Cetakan kedua belas, April 2007
Jumlah halaman : 272 halaman
Kategori : Novel

Tetsuko Kuroyanagi atau biasa dipanggil Totto-chan dikeluarkan dari sekolahnya padahal ia baru kelas satu SD, pasti kesalahannya sangat parah hingga ia harus dikeluarkan dari sekolahnya. Saat mama Totto-chan bertanya pada wali kelasnya apa yang telah diakukannya hingga dikeluarkan dari sekolah, guru itu menjawab bahwa Totto-chan sering mengganggu proses belajar, ia selalu berdiri di jendela saat pelajaran berlangsung dan menunggu pemusik jalanan lewat dan memainkan lagu untukknya, ia selalu membuka mejanya di setiap kesempatan dan menutupnya dengan keras, ia keras kepala dan nakal. Setelah mendengar penjelasan dari itu, mama terpaksa memindahkan Totto-chan ke sekolah lain.

Totto-chan terkagum-kagum saat melihat gerbang sekolah barunya, gerbang itu tumbuh, kedua gerbang itu memang terbuat dari pohon hidup, lengkap dengan akar-akarnya. Dengan susah payah Totto-chan membaca tulisan yang ada di gerbang sekolah barunya itu. “To-mo-e Ga-ku-en” itulah sekolah baru gadis cilik ini. Belum hilang rasa kagumnya pada gerbang sekolah itu, ia melihat gerbong-gerbong kereta api berjajar di dalamnya. Tomoe Gakuen menggunakan gerbong sebagai ruang kelas. Totto-chan dan mama lalu menuju keruangan kepala sekolah dan kepala sekolah mengatakan bahwa mama boleh pulang dan kini Totto-chan bersama kepala sekolah. Hal lain yang membuat Totto-chan kagum pada sekolah itu adalah sang kepala sekolah, Mr. Kobayashi. Ia menanyakan apakah ada yang ingin Totto-chan ceritakan dan dengan sabar menunggu Totto-chan bercerita hingga waktu makan siang tiba, Mr. Kobayashi adalah satu-satunya orang dewasa yang mau mendengarkan cerita Totto-chan sampai berjam-jam dan tak sedikitpun menunjukan wajah bosan. Setelah puas bercerita akhirnya kepala sekolah mengatakan bahwa Totto-chan kini telah menjadi murid di Tomoe Gakuen.

“Aku suka sekolah ini.” Bisik Totto-chan pada dirinya. Sekolah Tomoe merupakan sekolah dengan sistem pendidikan yang sangat berbeda dengan sekolah lainnya. Di Tomoe, setiap anak memulai hari mereka dengan belajar pelajaran yang mereka sukai, saat makan siang para siswa yang jumlahnya sekitar lima puluh orang ini akan berkumpul di aula dan makan “makanan dari laut dan dari pegunungan.” Disekolah ini, para siswa boleh melakukan apapun yang ingin mereka lakukan dan mereka diajarkan untuk mempertanggung jawabkan hal yang mereka lakukan, mereka boleh memakai apapun di sekolah itu asalkan mereka mengembalikannya seperti semula.

Mr. Kobayashi yang merupakan guru kesayangan para siswa. Semua yang terbaik diberikan Mr. Kobayashi untuk muridnya. Ia mengajarkan banyak pelajaran yang tidak di ajarkan disekolah lain. Mr. Kobayashi adalah guru yang sangat peduli pada murid-muridnya, ia adalah guru yang sangat baik. Ia mengajar sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayangnya pada anak-anak, bukan karna ia ingin mencari uang.

Banyak hal yang diajarkan oleh Mr. Kobayashi, saat masih SD murid-murid Tomoe belum mengerti tapi saat mereka sudah cukup besar merekan menyadari hal-hal tersebut.

Novel ini menceritakan beberapa peristiwa yang dilalui oleh Totto-chan dan teman-temannya saat masih SD dan yang terpenting, kita dapat melihat bahwa seorang anak yang dianggap orang-orang disekitarnya nakal, jika diberi pengaruh yang tepat oleh orang dewasa, akan menjadi pribadi yang dapat menyesuaikan diri dengan orang lain. Di Tomoe Gakuen, anak-anak diasah rasa pedulinya terhadap lingkungan. Saat Totto-chan bersekolah, perang pasifik sedang berlangsung dan suatu hari di tahun 1945, Tomoe Gakuen terbakar akibat bom yang berjatuhan. Saat itu, Mr. Kobayashi memandang sekolah Tomoe yang terbakar dan berpikir untuk mendirikan sekolah lagi. (LUAR BIASA! Inilah yang gw suka dari orang Jepang, mereka memiliki semangat dan optimisme yang sangat tinggi.)
ALSO READ : Totto-Chan’s Children – Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia

Label: ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥