the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Jumat, April 01, 2011

Wooo.. akhirnya selesai juga baca nih eBook. Ceritanya seruu, banyak banget kata-kata bijaknya, apalagi ceritanya tentang seseorang yang meraih imipiannya, pokoknya mancaaapp!! Siang itu gw pergi ke toko buku, niatnya pengen beli novel Mockingjay ama Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Berhubung tuh toko buku bukan tempat gw biasanya beli buku, Jadinya bingung dimana sih bagian novelnya, terus nanya ama mba CSnya. Dari penampilannya semua orang pasti tau kalo tuh orang cuma anak SMK yang magang, pas ditanyain dianya ngga ngerti (mungkin emang aku yang aneh kalee ya) terus sementara nungguin tuh CS nyariin novelnya, gw liat-liat ke bagian novel. Mata gw langsung tertuju ke buku yang di depannya tertulis “The Alchemist” (oh itu ya novel yang terkenal itu, pikir gw) terus pas baca sinopsisnya kayanya tuh buku seru banget deh. Ngga lama kemudian mba CSnya datang and bilang kalo kedua buku yang gw cari itu ngga ada. Sebenarnya pengen beli novel yang menarik perhatian gw tadi, tapi ngga jadi deh. Terus beberapa hari kemudian gw ngobrol ama PUTRI yang ternyata pengen baca tuh buku juga, dan gw iseng nyari eBooknya. Ketemu deh akhirnya. Tapi nih eBook beda sama novel yang gw liat waktu itu, yang ini penulisnya Paulo Coelho kalo yang di toko buku itu penulisnya Michael Scott. Yang jelas, gw ngga bakal nyesal baca nih novel, abis seru banget sih.

Judul : The Alchemist
Penulis : Paulo Coelho
Kategori : Novel

BOCAH ITU BENAMA SANTIAGO. Ia bermimpi menemukan harta di dekat piramida. Ia sedang dalam perjalanan bersama domba-dombanya ke sebuah toko kain untuk menjual wolnya dan melihat putri sang pedagang. Diperkirakan ia akan tiba disana empat hari lagi. Saat itu ia melewati sebuah kota dan ia tau disana ada seseorang yang dapat menafsirkan mimpi. Ia lalu iseng mendatangi orang itu. Si bocah lalu menceritakan semua mimpinya pada perempuan gipsi itu. Perempuan itu meminta bayaran sepersepuluh dari harta yang akan ia temukan barulah ia mau menafsirkan mimpi itu. Si bocah setuju dengan syarat yang diberikan dan perempuan gipsi itu mengatakan bahwa hartanya berada di Mesir, dekat piramida. Kalau hanya itu yang harus aku lakukan, aku tidak akan datang kesini, pikirnya. Saat ia membaca bukunya tiba-tiba seorang lelaki tua mendekatinya. Lelaki itu mengaku sebagai raja dari Salem. Lelaki itu mengatakan bahwa si bocah sebaiknya pergi ke piramida untuk mencari hartanya. Bocah itu terkejut, ia tidak memberi tau apapun tentang mimpinya tapi orang yang mengaku raja itu tau tentang mimpinya. Bukan hanya itu, sang raja juga mengetahui masa lalu si bocah. Lelaki itu akan memberikan petunjuk bagi si bocah jika ia memberikan sepersepuluh dombanya. Lelaki itu akan menunggu si bocah ditempat itu keesokan harinya jika si bocah mau mendengarkan sarannya. Keesokan harinya dengan ragu-ragu si bocah datang ketempat ia betemu dengan raja Salem itu. Si bocah bertanya dimana hartanya berada dan raja itu menjawab di Mesir, dekat piramida. Perempuan tua itu mengatakan hal yang sama. Tapi dia tidak minta bayaran apapun. Lelaki tua itu membuka jubahnya, dan si bocah terpesona pada apa yang dilihatnya. Ia memakai penutup dada emas yang berat, bertabur batu-batu mulia. Ia benar-benar seorang raja! Ia kemudian mengambil batu hitam dan putih yang menempel pada penutup dada itu dan memberikannya pada bocah itu. “Batu-batu ini disebut Urim danThummim. Batu hitam menandakan 'ya' dan batu putih menandakan 'tidak'. Saat kamu tidak dapat membaca tanda-tanda, mereka akan membantumu membacanya. Selalulah ajukan pertanyaan yang jujur.” Kata sang raja. Bocah itu lalu memberikan enam ekor dombanya. Raja itu juga mengatakan bahwa saat kita menginginkan sesuatu, alam semesta selalu berpadu untuk membantu kita.

Bocah itu menjual domba-dombanya dan membeli tiket ke Afrika, ia tau bahwa Mesir berada di Afrika. Orang-orang di Afrika menggunakan Bahasa Arab dan ia tidak bisa berbahasa Arab. Disana ia bertemu dengan orang yang bisa berbahasa Spanyol dan ia meminta bantuan pada orang itu untuk mengantarkannya ke Piramida. Orang itu ingin melihat uang si bocah dan bocah itu memperlihatkan uangnya. Ia memang agak tidak percaya pada orang itu tapi ia inginmempercayainya. Orang asing itu lalu mengajak si bocah kepasar dan tiba-tiba ia menghilang. Si bocah merasa sedih, uang itu adalah satu-satunya harta yang dimilikinya dan kini ia senderian di negri asing tanpa sepeser uang pun. ia teritdur di pasar itu, lalu ia membantu pedagang masisan mendirikan tenda dan pedagang itu memberinya beberapa manisan. Si bocah sadar bahwa saat itu ia tidak bisa berbahasa Arab tapi ia bisa berkomunikasi dengan pedagang manisan itu, ia menyadari bahwa ada bahasa universal yang dapat dimengerti semua orang.

Ia kemudian melihat toko kristal yang berada diatas bukit. Toko itu dulunya pasti toko yang besar, tapi saat tidak lagi. Ia lalu berkata pada pemilik toko bahwa ia akan membersihkan krista-kristalnya, ia hanya meminta si pemilik toko itu memberinya makan. Pemilik toko itu tidak menjawab tapi si bocah mengeluarkan jaketnya dan mulai membersihkan kristal itu. Setelah itu dua pembeli masuk ke toko dan membeli kristal. Pemilik toko lalu mengajak bocah itu makan, ia mengatakan walaupun si bocah tidak membersihkan etalasenya ia akan tetap memberinya makan karna Al-Quran menyuruhnya memberi makan orang yang kelaparan. Si bocah bertanya mengapa ia tidak mencegahnya untuk membersihkan kristal-kristal itu. "Karena kristal itu kotor. Dan kita, kau dan aku, perlu membersihkan pikiran kita dari hal-hal yang negatif." Jawab si pedagang. Singkat cerita si bocah lalu bekerja di toko itu selama setahun. Kini ia sudah memiliki uang untuk kembali ke negrinya dan membeli domba-domba dua kali lipat lebih banyak daripada miliknya dulu.

Bocah itu bersiap-siap pergi dari toko kristal. Kini toko itu sudah lebih maju. Saat ia akan pergi, untuk pertama kalinya ia melihat rambut pedagang itu ternyata mirip sang raja yang pernah ia temui. Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal karna ia tak ingin menangis. Si bocah mampir kedai tempat ia bertemu dengan orang asing yang mengambil uangnya setahun yang lalu. Ia kemudian teringat pada hartanya dan memutuskan untuk mencari harta itu. Ia mengarungi gurun bersama sekelompok karavan. Salah satunya adalah orang Inggris yang mencari seorang Alkemis. Alkemis itu sudah berusia ratusan tahun, jelas lelaki Inggris itu. Dalam perjalanan ini si bocah mempelajari banyak hal. Lelaki Inggris itu mengatakan bahwa alam memiliki bahasa yang dapat dimengerti semua orang, itulah bahasa yang menjelaskan mengapa ia bisa berkomunikasi dengan pedagang manisan waktu itu.

Suatu malam saat karavan sedang beristirahat, seseorang dengan jubah hitam datang dan memberitaukan bahwa terjadi perang antar suku kepada ketua karavan. Sejak hari itu suasana menjadi mencekam. Mereka akan beristirahat di oasis sampai perang suku selesai. Si bocah nyaris tak percaya pada apa yang dilihatnya: oasis itu, lebih dari sekadar sebuah sumur yang dikelilingi segelintir pohon pelem --seperti yang pernah dia lihat di satu buku geografi-- ternyata lebih besar daripada kota-kota di Spanyol sana. Di sana ada tigaratus sumur, limapuluh ribu pohon kurma, dan tenda warnawarni tak terhitung banyaknya yang tersebar di antaranya. Seluruh anggota karavan tidur nyenyak malam itu. Keesokan harinya orang Inggris itu mencari si bocah. Ia meminta si bocah menanyakan dimana sang Alkemis tinggal. Pertama-tama si bocah bertanya pada seorang perempuan yang memakai pakaian hitam, perempuan itu tidak tau dimana sang Alkemis tinggal dan memperingatkan si bocah agar tidak mengajak perempuan berpakaian hitam mengobrol karna perempuan yang berpakaian hitam berarti telah menikah dan begitulah aturan adat di oasis ini. Lalu ia bertanya pada seorang perempuan yang tidak berpakaian hitam.

Saat itulah si bocah merasa waktu berhenti, dan Jiwa Buana menyentak dari dalam dirinya. Ketika dia menatap mata hitam gadis itu, dan melihat bibirnya bersikap antara tertawa dan diam, dia mengerti bagian terpenting dari bahasa yang digunakan oleh seluruh dunia --bahasa yang bisa dipahami oleh setiap orang di bumi dengan hati mereka. Itulah cinta. Sesuatu yang lebih tua dari umat manusia, lebih purba dari gurun. Sesuatu yang menggunakan daya yang sama kapanpun dua pasang mata bertemu, seperti rnata mereka kini dan di sini, di sumur ini. Gadis itu tersenyum, dan itu pastilah sebuah pertanda --pertanda yang telah dinantinya, bahkan tanpa dia sadari bahwa dia menantinya, sepanjang hidupnya. Pertanda yang dicarinya bersama dengan domba-dombanya dan dalam buku-bukunya, dalam kristal-kristal dan dalam kesunyian gurun. Itulah Bahasa Buana yang murni. Ia tidak membutuhkan penjelasan, sebagaimana alam semesta tak memerlukan apapun saat berjalan melewati waktu yang tiada akhir. Apa yang dirasakan si bocah pada saat itu adalah bahwa dia berada di hadapan satu-satunya perempuan dalam hidupnya, dan bahwa, tanpa perlu katakata, gadis itu rnerasakan hal yang sama. Dia lebih yakin pada hal itu daripada terhadap apapun di dunia ini. Dia pernah diberitahu oleh orangtua dan kakekneneknya bahwa dia harus jatuh cinta dan benar-benar mengenal seseorang sebelum terikat Tapi mungkin orang-orang yang merasakannya tidak pernah memahami bahasa universal ini. Karena, jika kita memahami bahasa itu, mudahlah untuk mengerti bahwa seseorang di dunia menanti kita, entah di tengah gurun atau di kota besar. Dan saat dua orang itu berjumpa, dan mata mereka bertemu, masa lalu dan masa depan menjadi tak penting. Yang ada hanyalah momen itu, dan kepastian yang ajaib bahwa segala yang ada di langit dan di bumi telah dituliskan oleh tangan yang esa. Itulah tangan yang menimbulkan cinta, dan menciptakan suata jiwa kembar bagi setiap orang di dunia. Tanpa cinta seperti itu, impian impian seseorang akan tak bermakna.

[bagian ini di copy dari novelnya ^^]

Fatima. Itulah nama gadis itu, ia menunjukan rumah sang Alkemis kemuadian pergi. Keesokan harinya bocah itu mendatangi sumur tempat fatima biasa mengambil air. Bocah itu mengatakan bahwa ia jatuh cinta padanya dan ingin ia menjadi istrinya. Hari demi hari mereka mengobrol di sumur itu. Si bocah menceritakan tentang mimpinya, harta yang dicarinya, toko kristal dan semuanya. Mereka menjadi pun semakin akrab. Suatu hari fatima berkata bahwa kini ia telah telah menjadi bagian dari bocah itu, ia adalah wanita gurun yang telah terbiasa melihat seseorang pergi. Kadang orang-orang itu kembali tapi kadang tidak. Fatima ingin bocah itu pergi mengejar impiannya. Ia akan menunggu bocah itu kembali.

Saat si bocah sedang memandang gurun, ia meliaht dua ekor elang yang terbang dilangit. Tiba-tiba elang itu bertarung dan si bocah yakin saat ini ada sekelompok pasukan yang sedang menuju ke oasis. Ia kemudian mengatakannya pada kepala suku. Malam itu, saat ia keluar dari tenda kepala suku, seseorang yang berkuda mendatanginya. Sang Alkemis. Alkemis itu ingin mengetes si bocah. Keesokan harinya pasukan perang datang ke oasis dan semuanya berhasil dikalahkan. Si bocah menemui sang Alkemis karna ia menyuruhnya datang. Sang Alkemis mengetes bocah itu dan bocah itu berhasil. Lalu Alkemis itu mengatakan ia akan menunjukan piramida padanya. Malam itu si bocah menemui Fatima, ia berjanji akan pulang.

Keesokan harinya ia pergi bersama sang Alkemis. Dalam perjalanan ia mendapatkan banyak pelajaran. Akhirnya ia hampir tiba di Piramida. Sang Alkemis lalu meninggalkannya. Tiga jam lagi ia akan tiba di Piramida itu, ia akan segera menemukan hartanya.


Apa yang terjadi?? Sungguh.. epilognya bagus banget. Banyak teka-teki. Novel ini mengajari gw dua hal : pertama, dengarkanlah kata hatimu dan kedua bermimpilah karna saat kita menginginkan sesuatu, alam semesta selalu berpadu untuk membantu kita.

Nih novel banyak aneh-anehnya juga sih kaya sihir gitu but its okay, itulah yang membuatnya makin seru..
Penasaran?? Silahkan unduh eBooknya DISINI
Ebooknya pendek kok, Cuma 129 halaman. So, selamat membaca ^^



UPDATE, 07 September 2011

Guys!! kemaren gw ke toko buku (toko buku yang sama dg toko buku yang dimaksud di awal tulisan ini), sebenarnya ngga ngeh sih, cz gw kurang familiar ama tuh book store. Seperti biasa, gw langsung ke tempat Novel & Komik. Di book store itu, tempat novelnya (awalnya gw kira) cuma satu rak. Terus gw nge-geser ke tempat buku-buku SENI, ketemu TRILOGI WARNA-nya KIM DONG HWA !! (gw pengen punya tuh buku, tapi blom punya duit buat beli (T__T) terus gw geser lagi, ternyata ada tempat NOVEL !! Gw seneng banget cz disana banyak novel-novel yang udah jadi incaran gw ! Serasa nemu harta karun !! Terus gw ngeliat novel yang kayanya familiar, pas gw liat ternaya novel THE ALCHEMIST-nya Paulo Coelho !! gw SENANG + TERHARU banget !!! akhirnya gw bisa nemu tuh novel (selama ini gw nyari-nyari ngga pernah dapat bahkan ditoko buku paling gede pun ngga ada).

Langsung saja, berikut identitas bukunya :
Judul : The Alchemist (Sang Alkemis)
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Maret 2011 (cetakan kesebelas)
Jumlah halaman : 216 halaman
Kategori : Novel
Harga : Rp. 35.000,-

NB : gw juga beli buku keduanya Tetsuko Kuroyanagi : Totto-Chan's Children (really great book I think!!)

Thats all, See ya !!
OxOxOx

Label: ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥