the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Rabu, April 20, 2011

Aku hanyalah daun biasa. Aku sama seperti daun-daun lainnya. Aku adalah daun dari pohon ini. Pohon linden yang indah ini. Aku berada di ujung ranting yang sangat rapuh, tapi itu bukan masalah bagiku. Disini aku bisa leluarsa memandangi awan yang menari diatas ku, juga menonton tarian rumput dibawahku. Ini adalah tempat yang sangat sempurna. Ini adalah tempatku.


Mungkin aku tidaklah terlalu biasa. Aku adalah satu-satunya daun dipohon ini yang menikmati kehidupan singkatku. Daun-daun disekitarku terus menerus memikirkan kapan angin kencang akan bertiup dan menyingkirkan mereka dari pohon yang sangat nyaman ini. Mereka semua takut hal itu akan terjadi. Tapi aku, aku tak peduli kapan hidupku akan berakhir. Karna bagiku hidup daun tidak hanya saat ia masih berada dipohon.

Suatu hari seseorang duduk di bawah pohon ini. Ia mengulurkan tangannya kearahku dan memetikku lalu ia berkata :
“maafkan aku daun, karna aku telah merenggutmu dari pohon yang sangat kau cintai ini” dan ia pergi meninggalkanku terbaring di atas tanah disekitar rumput-rumput ini. Aku tak peduli, ia mengatakan aku mencintai pohon? Tidak juga, selama ini aku memang selalu bersama pohon, aku memang menyayangi pohon tapi kehilangannya tak begitu mempengaruhiku. Dari sini aku tetap bisa melihat pohon.


Tak lama kemudian angin bertiup dan mengajakku menari-nari bersama rumput. Rasanya sangat menyenngkan, lalu rumput berkata : “menyenangkan bukan? Angin memang selalu menyenangkan, kami selalu menunggu kedatangannya. Kau pasti akan mencintainya.” Saat angin berhenti bertiup, aku merenungkan kata-kata rumput itu. Kurasa tidak. Aku memang menyukai angin yang sangat menyenangkan itu tapi aku sama sekali tak mencintainya.

Angin telah membawaku ke padang rumput yang sangat luas. Dari sini aku bisa memandangi awan yang sangat tinggi diatas sana.


Berhari-hari aku berada disini. Mungkin kehidupanku akan segera berakhir, pikirku. Tapi tak masalah, aku sangat menikmati hidupku yang sangat singkat ini. Kini aku hampir hancur dan akan segera menyatu bersama tanah. Cacing yang berada didekatku berkata :
“kau pasti sangat mencintai tanah. Kau rela meninggalkan pohon yang memberikanmu kehidupan dan berpisah dengan angin yang memberimu kebahagian untuk menyatu dengan tanah.” Aku kembali merenungkan kata-kata cacing itu. Tidak, aku menyatu bersama tanah bukan karna aku mencintai tanah.

Aku meninggalkan pohon yang memberikanku kehidupan. Aku meninggalkan angin yang memberikanku kebahagiaan. Dan kini aku bersama tanah. Tanah yang memberikan kehidupan bagi pohon. Dari sini aku dan tanah dapat memandang awan yang sangat indah. Lalu aku memikirkan mengapa aku berada disini? Lama aku mencari jawabannya tapi tak pernah kutemukan alasan yang tepat. Satu-satunya alasan aku berada disini adalah untuk memandangi awan. Awan terasa begitu dekat dari sini, tapi tetap terlalu jauh tuk ku gapai. Apakah aku berada disini hanya untuk memandang awan yang tak mungkin kugapai ?

*****

Note : Cerita aneh lainnya.. Efek baca daun yang jatuh tidak pernah membenci angin kali yaa.. hahaha

Label:

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥