the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Minggu, April 17, 2011

Pride and Prejudice versi Bukune
Sebenarnya sih udah lama pengen baca novel ini, tapi Sarah ngga tau nih novel sudah diterbitkan kedalam Bahasa Indonesia ato belum dan setelah tau kalo nih novel udah diterjemahkan serta berkesempatan untuk bacanya, Sarah ngerasa senang sekaligus beruntung bisa baca novel terkenal ini. ^^

Judul : Pride and Prejudice
Penulis : Jane Austen
Penerbit : Bukune
Tanggal terbit : Januari 2011
Jumlah halaman : iv + 452 halaman
Kategori : Novel


Elizabeth Bennet tak pernah menduga hidupnya harus terus berbenturan dengan Mr. Darcy. Sekalipun Mr. Darcy adalah incaran para perempuan lajang karena memiliki gelar dan merupakan orang terkaya di daerah itu, Elizabeth tak sedikitpun tertarik kepadanya. Kesombongan dan keangkuhan lelaki itu membuatnya muak. Ditambah lagi, Elizabeth mencurigai kemungkinan Mr. Darcy memiliki peran cukup besar dalam menggagalkan hubungan cinta antara kakaknya, Jane dan Mr. Bingley.

Perempuan itu pun semakin yakin, Mr. Darcy tak lebih dari sekadar bangsawan kebanyakan yang menganggap rendah orang-orang dibawah status sosialnya.

Sampai kemudian surat itu datang…

Untuk pertama kalinya, perempuan muda itu melihat sisi lain Mr. Darcy yang tak pernah dia ungkapkan selama ini.

Dan sebelum ia berhasil menerima keadaan itu, Elizabeth sadar, laki-laki itu yang selama ini selalu ia hindari, adalah orang yang diam-diam telah membuatnya jatuh cinta…

*****

Semuanya berawal saat kabar kedatangan Tuan Bingley ke Netherfield. Selanjutnya keluarga Bennet mengadakan sebuah pesta untuk menyambut keluarga Bingley di kediamannya di Longbourn. Tuan Bingley merupakan seorang pria yang kaya dan temasuk golongan bangsawan. Nyonya Bennet sangat berharap ia akan menikahi salah satu dari lima putrinya (di lingkungan mereka, semua orang percaya bahwa seorang pria muda yang telah sukses hanya akan membeli rumah di kota kecil pasti mencari calon istri). Singkat cerita, pesta pun diadakan dan seperti dugaan Nyonya Bennet, Tuan Bingley tertarik pada anak tertuanya yaitu Jane. Rombongan mereka hanya terdiri dari lima orang -Tuan Bingley, dua saudara perempuan dan suami saudarinya serta seorang pria muda. Semua orang kagum pada Mr. Darcy, salah satu dari rombongan itu yang memiliki wajah tampan dan kekayaan yang melebihi Tuan Bingley. Tapi pandangan itu berubah saat semua orang melihat sikap sombong dan angkuh Tuan Darcy. Elizabeth bahkan mendengar sendiri bahwa Tuan Darcy tidak menyukai lingkungan ini dan membuatnya sangat muak. Tuan Darcy hanya berbicara sesekalii dengan rombongannya.

Hubungan Jane dan Tuan Bingley pun semakin dekat dan semua orang percaya bahwa mereka pasti benar-benar saling mencintai. Namun semua harapan itu seolah hancur saat Tuan Bingley pindah ke London dan Jane menerima surat dari Nona Bingley bahwa mereka tak akan kembali ke Netherfield. Jane –walaupun sempat kecewa selama beberapa minggu dapat menerima keadaan ini tapi Elizabeth tidak dapat menerimanya. Ia beranggapan bahwa Tuan Bingley pasti dipengaruhi oleh saudari-saudarinya dan terutama Tuan Darcy. Ia juga mendengar bahwa keluarga Bingley berharap Tuan Bingley dapat menikah dengan Georgiana Darcy (adik Tuan Darcy) dan hal ini semakin memantapkan pemikirannya. Bererapa minggu terakhir ia juga dekat dengan Wickham yang merupakan sahabat kecil Tuan Darcy dan kini hidup sederhana karna –menurut ceritanya Tuan Darcy menahan warisan ayah Tuan Darcy yang diwariskan padanya.

Beberapa minggu kemudian Elizabeth mengunjungi sahabatnya Charlotte yang menikah dengan sepupunya Tuan Collins. Disana ia berkenalan denga Lady Catherine yang merupakan seorang bangsawan yang akrab dengan Tuan Collins. Ternyata Lady Catherine merupakan bibi dari Tuan Darcy dan beberapa hari kemuadian Tuan Darcy mengunjunginya. Hal ini membuat Elizabeth merasa sedikit tidak nyaman. Elizabeth biasanya berjalan-jalan sepanjang pagi di sekitar hutan. Suatu hari ia bertemu dengan Tuan Darcy di hutan itu. Ia mengatakan bahwa ia sering ke hutan itu dan mengira bahwa dengan mengatakannya, Tuan Darcy tidak akan kesana lagi. Kenyataannya berbeda, Tuan Darcy seolah sengaja ke hutan itu sepanjang pagi dan bertemu Elizabeth, mereka mengobrol sejenak dan akhirnya akan berpisah di depan rumah Tuan Collins. Tuan Darcy juga lebih sering mengunjungi rumah Tuan Collins. Suatu hari Elizabeth dan Kolonel Fitzwilliam yang merupakan sepupu Tuan Darcy –dengan dipancing oleh Elizabeth menceritakan bahwa Tuan Darcy telah menyelamatkan seorang sahabatnya yang diduga Tuan Bingley dari pernikahan tidak bahagia. Kabar itu sangat menyakitkan karna ternyata dugaannya benar bahwa Tuan Darcy dan saudari Tuan Bingley memperngaruhi Tuan Bingley. Elizabeth merasa sangat marah.

Keesokan harinya mereka diundang oleh Lady Catherine untuk menghadiri acara minum teh. Elizabeth memutuskan untuk tidak menghadiri undangan tersebut karna ia merasa sakit, tapi sebenarnya lebih karna ia tidak mau menemui Tuan Darcy. Elizabeth sangat terkejut saat Tuan Darcy menemuinya dan menanyakan keadaan kesehatannya. Ia menjawab dengan dingin. Pria itu duduk selama beberapa saat, kemudian berdiri mondar-mandir. Elizabeth terkejut melihatnya, namun tak berkata apa-apa. Setelah kebisuan beberapa menit, Tuan Darcy mendekat dengan sikap gelisah dan berkata :

“Aku sudah berusaha keras, tapi sia-sia. Ini tak akan berhasil. Aku tak bisa menahan perasaanku. Kau harus tau betapa aku mengagumi dan mencintaimu”

Elizabeth sangat kaget. Di daerah itu, seseorang yang mengungkapkan rasa cintanya berarti melamarnya. Selanjutnya Tuan Darcy mengungkapkan sebenarnya mereka tak pantas untuk bersatu mengingat status sosial mereka yang berbeda dan sebagainya, namun Tuan Darcy sangat mengharapkan Elizabeth dapat menerimanya. Sebenarnya Tuan Darcy berniat baik tapi hal ini menyinggung Elizabeth, pria itu bukanlah orang yang pandai dalam mengungkapkan perasaannya, ia masih terlihat angkuh dan sombong saat itu dan membuat Elizabeth merasa jengkel. Elizabeth menolak Tuan Darcy dengan tidak sopan dan mengungkapkan bahwa ia tak mungkin mencintai orang yang telah menjauhkan kakaknya dari kebahagiaan. Ia juga menambahkan betapa kejamnya Tuan Darcy pada Tuan Wickham. Tuan Darcy tak menyangkal tuduhan itu dan ia mengingatkan Elizabeth agar bersikap lebih sopan. Mereka saling menyalahkan dan akhirnya Tuan Darcy pergi.

Esoknya Elizabeth masih merasa sangat tidak nyaman dan akhirnya memutuskan berjalan-jalan di taman untuk mencari udara segar. Ia lalu bertemu dengan Tuan Darcy, Elizabeth berbalik dan berlari namun Tuan Darcy telah mencapinya terlebih dahulu lalu memberikan sebuah surat.
Surat itu menjelaskan alasan mengapa Tuan Darcy menjauhkan jane dengan Tuan Bingley, ia juga menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Tuan Wickham. Awalnya Elizabeth sulit mencerna pernyataan-pernyataan itu, namu semakin sering ia membaca surat itu, ia merasa sikap Tuan Darcy benar. Perlahan-lahan pemikirannya tentang Tuan Darcy berubah, ia mulai bisa melihat kebaikan Tuan Darcy.

Lama setelah kejadian itu ia tak pernah bertemu dengan Tuan Darcy. Ia kembali ke London untuk menjemput Jane yang menginap dirumah bibinya lalu pulang ke Longbourn. Ia menceritakan berbagai hal pada Jane tapi tidak menyinggung tentang Tuan Bingley.

Pada liburan musim panas, Elizabeth berlibur bersama paman dan bibi Gardiner. Mereka akan mengunjungi Derbyshire. Pemberley yang merupakan kediaman Tuan Darcy berada di tempat itu. Bibi dan Paman Gardiner mengajak Elizabeth untuk mengunjungi Pemberley. Awalnya ia takut bertemu dengan Tuan Darcy mengingat perbuatannya di kediaman Tuan Collins. Tapi setelah memastikan bahwa ia tak akan bertemu Tuan Darcy, ia memutuskan untuk ikut. Setelah beberapa saat menyaksikan betapa megahnya Pemberley, ia merasa sangat terkejut melihat seseorang yang dikenalnya. Tuan Darcy berada disana! Keduanya tampak terkejut, Tuan Darcy menghampiri mereka dengan sangat ramah. Elizabeth merasa sangat heran melihat perunahan sikapnya itu. Tuan Darcy sangat memperhatikan mereka bahkan keesokan harinya memperkenalkan adiknya pada Elizabeth dan mengundang merekan ke Pemberley.

Elizabeth mulai menyadari persaannya. Saat ia berharap dapat memperbaiki keadaan dan berharap Tuan Darcy masih menyukainya, keluarga mereka ditimpa masalah besar. Masalah yang tentu akan mempengaruhi status sosial keluarga mereka. Masalah yang dapat dipastikan membuat Tuan Darcy berpikir lebih keras untuk tetap bertahan atau melepaskan Elizabeth. Tapi, setelah berminggu-minggu bergelut dengan masalah itu, Tuan Darcy dan Tuan Bingley mengunjunginya dan Jane.

Selanjutnya apa..???
Baca sendiri deh novelnya.

Sekedar info : Walaupun sudah ditulis sejak 1796 dengan judul First Impression, novel ini baru dipublikasikan pada 1813 dengan judul Pride and Prejudice. Jane Austen dikenal sebagai penulis yang kemampuannya diakui setara dengan Shakespeare dan Homer. Karya-karyanya telah berulang kali diadaptasi ke berbagai bahasa dan bentuk serta menjadi inspirasi bagi penulis novel-novel roman.

Oh iya, setau Sarah, di Indonesia ada dua penerbit yang menerbitkan novel ini yaitu Bukune dan Qanita dan kabarnya GPU juga mau menerbitkan novel ini!

Pride and Prejudice versi Qanita

Sebenarnya cerita seperti ini (seseorang yang saling membenci namun akhirnya saling menyukai) sudah sering dijumpai, tapi novel ini dibuat ratusan tahun yang lalu sehingga membuat kisah ini tampak berbeda dan spesial. Pola pikir tokoh-tokohnya dan kebiasaan saat itu tentu sangan berbeda dengan keadaan saat ini dan ini merupakan daya tarik tersendiri bagi novel ini.

Label: ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥