the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Selasa, November 15, 2011

Hallo readers !
masih ingat label KarakaBadui ??
Well, dahulu kala gw ama teman* punya cita-cita GILA buat merubah dunia ! Makanya gw bikin tulisan-tulisan motivasi di label ini. Seiring berjalannya waktu tuh cita-cita memudar TAPI, sebagai penerus-bangsa yang baik, gw berusaha sebisa mungkin meneruskan upaya buat memperbaiki dunia kita ini (L.E.B.A.Y banget seh gw !!).
Gw punya cerita inspiratif nih, cekidoot ::

Benalu Simpang Jalan
By : Arfan Rahman

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”
(Pasal 34 ayat 1 UUD 1945)

Suatu ketika, seorang bocah cilik naik keatas bus dengan membawa gitar, dengan suara cempreng dan alunan gitar ia mulai bernyanyi. Usai bernyanyi ia turun dengan membawa hasil recehan yang ia dapat. Secara diam-diam aku mengikutinya dari belakang, bocah itu duduk dihadapanku sambil menghitung hasil ia mengamen. Aku duduk disebelahnya, perlahan ia menodongkan plastik ke arahku, aku memberinya dua buah permen karet. Ia melihat kearahku dan berkata “Oh... ngomong kalo dak katek duet.” Aku tersenyum dan bertanya “Pagi cak ini dak kesekolah apo?” Ia sibuk dengan uangnya dan membuka permen karet yang kuberi dan berkata “Pemerintah lebih senang aku ngamen daripada sekolah.”

Aku mengalihkan pembicaraan dan mengajaknya makan. Kami berhenti dan mencari makan di bawah Jembatan yan terkenal diseluruh pelosok Kota Palembang. Dengan meneguk teh hangat dan gorengan, kami mulai terlihat serasi dengan percakapan dan guyonan yang ia buat. Aku kembali bertanya kepadanya “Hari ini masih nak ngamen?” dia hanya mengangguk. Aku melakukan transaksi kecil-kecilan kepadanya “Bagaimana kalau kau menemaniku ke suatu tempat?” Dia langsung setuju dengan beberapa persyaratan “Berapa kau akan membayarku?” Bagaimana kalau lima ribu setiap kita turun bus?” Aku setuju-setuju saja pada saat itu. Lagi-lagi aku bertanya, kali ini aku menanyakan namanya, ia menjawab “Kalau yang ini ado hargo spesial, tiga ribu untuk per kata dari namaku” Spontan aku menjitak kepalanya, “Apakah hanya uang dalam pikirannya?” dalam hati kuberkata. Sesaat sebelum pergi, aku melihat nama Mahmud di gitarnya, aku langsung bertanya dan mempermainkannya, “Nama kamu Mahmud ya?” dia menjawab “Kok tau...?” aku menjawab “Tuh tulisannya di gitar.”

Ketika di perjalanan ia bercerita kalau ia pandai berbahasa Inggris. Aku langsung mengetes dan mengajaknya berbicara Bahasa Inggris. Aku salut dengan kefasihannya dalam berbahasa Inggris. Ia mendapatkannya karena ia sering menjadi tourist guide di Palembang. Bahkan ia mendapatkan pendidikan gratis karena kelebihannya itu. Aku juga memberikan pesan kepadanya untuk masuk ke dalam Panti Asuhan, tapi ia lebih memilih tempat ia berada sekarang dengan kebebasab sekitarnya. Sebelum kami berpisah aku menanyakan satu hal kepadanya, “Apa kau tidak menyesal dengan keadaanmu sekarang?” suara cemprengnya kembali berdendang “Dunia ini pasti berputar, ada saatnya semua pasti berubah.” Aku tersentak dan ketika aku melihat kearahnya ia berlalu dan menghilang dari kejauhan, kemudian aku berteriak “Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti ketika kita telah mengalahkan kejamnya dunia ini.”

Andaikan korupsi di negara ini bisa berhenti, entah berapa banyak orang yang tertolong dan tidur nyenyak tanpa harus merasakan dinginnya malam. Banyak anak-anak di luar sana yang tidak bisa mengenyam dunia pendidikan karena harus bekerja mencari uang untuk menghadapi kebutuhannya bahkan keluarganya dengan meninggalkan kewajibannya sebagai anak yaitu belajar dan bermain. Setiap orang pasti memiliki kelebihan di dalam dirinya, hanya saja kelebihan itu tidak dapat ter-expose karena ketidakpedulian para pejabat-pejabat yang lebih mementingkan perut dan kantongnya.

Satu pelajaran yang dapat kita petik dari sosok Mahmud adalah bersyukur atas apa yang telah diberikan sang pencipta kepada kita. Jalanilah hidup ini dengan penuh semangat dan jangan pernah menyerah terhadap keadaan yang kadangkala membuat kita down.
“DUNIA PASTI BERPUTAR, ADA SAATNYA SEMUA PASTI BERUBAH”

***

Tulisan diatas adalah tugas Bahasa Indonesia yang ditulis teman gw Arfan Rahman.
Tulisannya bagus, sayang kalo ngga dibagikan ke kalian :)

Oo ya, gw suka pelajaran Bahasa Indonesia kali ini. Pas gw dengarin karangan-karangan teman-teman gw, gw kaya’ ngeliat sisi lain dari diri mereka.
Dari kata-kata mereka, tertoreh harapan-harapan yang kelak akan kami capai. (amin)
Ada juga yang ‘Curcol’ tentang masalahnya.
Banyak hikmah dari cerita yang disampaikan teman-teman gw.
Pokoknya pelajaran kali ini TOP BGT :D

Kiki n Arfan :D
Cerita Arfan ini mengandung hikmah yang menurut gw ‘WAH’ banget
Kalian pasti bisa mengambil hikmahnya.
Cerita ini kisah nyata loh! Tapi ada juga bagian yang di-edit. Hahah :D

Pada akhirnya, kita harus ingat bahwa kita dan pemerintahlah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada saudara-saudara kita :)

Label:

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥