the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Sabtu, Januari 07, 2012

Assalamualaikum!
Hari ini gw mau ngeresensi novel KOYASAN. Ini bukan novel baru sih, tapi novel ini mistis banget deh, kenapa? Akan saya jelaskan diakhir resensi :P

PhotobucketJudul : KOYASAN
Penulis : Darren Shan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Mei 2009
Jumlah halaman : 120 halaman
Kategori : Novel
Harga : 17.500 (di Bukukita.com)



Di desa Koyasan ada jembatan batu sempit yang menghubungkan desa dengan pekuburan kuno. Semua teman Koyasan senang bermain ke pekuburan itu, termasuk Maiko, adik Koyasan yang masih kecil. Cuma Koyasan yang tidak berani menyeberangi jembatan tersebut.

Suatu malam, jiwa Maiko dicuri arwah-arwah yang gentayangan di pekuburan kuno itu. Menurut Itako, tetua desa, untuk menolong Maiko, Koyasan harus merebut jiwa Maiko malam itu juga. Karena saat fajar tiba, jiwa Maiko akan menyerpih dan tak terselamatkan…

***

Koyasan mematung di depan jembatan itu. Pagi ini ia bertekad untuk menyeberangi jembatan penghubung desa dan pekuburan kuno itu, namun sekeras apa pun ia mencoba, ia tak pernah berhasil menggerakkan kakinya ke atas jembatan. Adiknya Maiko kini telah sampai di pekuburan kuno yang ada diseberang jembatan, berlari-lari bersama teman-temannya.

Sejak dulu, Koyasan tidak pernah berani menyeberangi jempatan itu. Diantara pepohonan tua, diantara nisan-nisan besar yang berada disana entah sejak kapan, diatara bagian galap hutan-hutan diseberang sana, ia dapat merasakan arwah-arwah gentayangan mengawasinya. Hari ini, ia bertekad untuk menyeberangi jembatan itu. Dengan susah payah ia berhasil mendaratkan kaki kanannya diatas jembatan disusul perlahan oleh kaki kirinya. Sesaat kemudian suasana berubah, Koyasan tidak dapat melihat anak-anak lain yang berada di seberang sungai, ia berada di antara dunia manusia dan dunia para hantu. Kini ia benar-benar berada di puncak ketakutannya, Koyasan mengangkat kedua kakinya dan berlari kea rah rumah, meninggalkan adiknya Maiko dalam penjagaan teman-temannya.

Sudah tiga hari Koyasan tidak mendekatkan diri ke jembatan tua itu. Hari ini hari suci, anak-anak biasanya bermain di pekuburan dan orang dewasa bersantai di sisi lainnya (sisi desa). Koyasan masih tidak berani berdekatan dengan sungai pembatas desa dan pekuburan itu. Ia memutuskan untuk mengajak Maiko pergi ke air terjun, tempat yang cukup jauh dan menyenangkan untuk dikunjungi. Dengan terpaksa, Maiko mengikuti kakaknya.

Sepulang dari air terjun, Koyasan dan Maiko melewati sungai pembatas desa dan pekuburan. Hari sudah hampir berlalu, orang-orang yang tadinya bersantai dan bermain disini telah pulang. Maiko ternyata masih ingin bermain di pekuburan. Koyasan yang mengira adiknya itu sudah terlalu lelah membiarkan Maiko pergi, dan seperti dugaannya, Maiko bimbang, ia bingung mau pergi atau ikut kakaknya pulang. Tapi tanpa diduga Maiko pun berlari menyeberangi jembatan. Koyasan panic dan menyuruh Maiko menyebrang lagi. Sadar bahwa disekitarnya sudah tidak ada orang lain, Maiko berniat kembali menyebrang, tapi ia mendengar suara tawa anak-anak jauh didalam hutan, mengira itu adalah teman-temannya, ia pun berlari memasuki hutan.

Beberapa menit berlalu, Koyasan menunggu dengan sangat cemas. Maiko tidak juga pulang. Tiba-tiba cahaya datang dari arah belakang Koyasan. Mitsuo datang membawa lentera, ia juga membawa makanan. Dimalam suci seperti ini, masyarakat biasanya meletakkan makanan di depan jembatan. Mereka percaya jika ada roh yang kelaparan, roh itu akan menyeberangi jembatan dan dengan meletakkan makanan di depan jembatan mereka berharap roh itu tak akan memasuki desa dan mengganggu masyarakat. Mitsuo mengira bahwa Koyasan adalah hantu, awalnya ia ingin berlari tapi Koyasan segera meyakinkan bahwa ia bukan lah hantu. Mitsuo mengangkat lampionnya dan benar, itu adalah Koyasan. Ia menanyakan keberadaan Maiko dan sangat panik saat mengetahui bahwa Maiko berada di seberang jembatan. Mitsuo meinstruksikan Koyasan untuk tetap berada disana dan ia berlari ke desa untuk meminta bantuan orang dewasa.

Maiko kembali. Angin berhembus kencang, Koyasan melihat bayangan di seberang jembatan. Lalu ia mendengar suara aneh yang berhembus bersama angin, Koyaaaasaaaaaannn... suara itu membuat bulu kuduknya berdiri. Bayangan yang berjalan di seberang jembatan itu semakin mendekat. Yah.. itu Maiko, ia kembali!!! Orang-orang dewasa telah tiba dari desa. Ayah Koyasan tertawa bahagi saat melihat kedua putrinya. Ibun Koyasan segera memluk Maiko, tapi.. itu bukan Maiko. Tubuhnya bagai mayat hidup, ia tak bernapas, tatapannya kosong, jiwanya telah diculik para roh.

“Kita tidak bisa melakukan apapun” Jelas Itako, tetua desa Koyasan. Merasa bersalah Koyasan menemui Itako, ia merasa di setiap akhir kata Itako akan pesan tersirat bahwa orangtuanya maupun Itako tidak bisa menyelamatkan Maiko tapi Koyasan bisa. Dan benar! Hanya Koyasan yang bisa menyelamatkan jiwa Maiko.

Lalu maukah Koyasan menyeberangi jembatan itu dimalam yang gelap (saat hantu-hantu berkuasa)?
Berhasilkah Koyasan???

Mau tau? Beli bukunya sekarang juga :D *loh? Kok jadi promosi -__-

***
Favorite Quote :
“Kebanyakan orang merasa takut suatu waktu dalam hidupnya. Itu tidak berarti mereka pengecut. Pengecut adalah mereka yang tidak melakukan apapun ketika rasa takut mereka mengancam menghancurkan mereka. Kau harus menghadapi rasa takutmu saat keadaan mendesak. Kau mungkin tidak selamat kalau melakukannya, tapi kalau kau mati, kau tidak akan mati sebagai pengecut”
--Itako (Koyasan, pg. 24)

***

Well, cerita diatas sudah sekitar tujuh puluh lima persen dari cerita dari novelnya.
Hmmmm.. novel ini cukup menghibur, tipis pula! Sekali baca udah selesai.
Ceritanya ngga seram-seram banget, tapi cukup mistis, kenapa???
Gimana ngga, di depanya ada tulisan begini :

Untuk :
Maiko sebenarnya, yang menginspirasi kisah ini. Anak perempuan yang bisa mendaki gunung, bisa menyeberangi jembatan mana pun di dunia!

OBE [Order of the Bloody Entrails] kepada :
Tim Shan Jepang,
Yang memperlakukanku layaknya hantu terhormat pada Januari 2005

Diedit dari dunia lain oleh :
Stellasan Paskin

Para juru kunci makam :
Christopher little & Associates

Perhatikan tulisan yang di BOLD, maksudnya apa coba??
Mistis banget kan??
Tapi ini novel biasa kok, bukan kisah nyata, murni cerita fiksi !

Bocoran :
Ini kisah HAPPY ENDING
Di akhir cerita, manusia dan hantu akan berteman karna Koyasan (bahkan ada festival khusus)

Oo ya, novel ini ngingatin gw sama kartun jepang tentang hantu yang tayang di Indosiar pas gw kecil (update : barusan gw donlod anime, pas keliling blog nya ketemu deh sama anime yg gw maksud ini, judulnya ternyata Ge Ge Ge no Kitaro)
Karna ceritanya yang ke-Jepang-Jepang-an, gw juga jadi ingat dua cerita rakyat Jepang yang sering diceritain Ibuk waktu gw kecil (lain kali gw ceritain deh)

That’s all..
See you later !
*Bagi yang baca, jangan lupa komen ! :D

Label: , ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥