the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Senin, Maret 25, 2013


My Stuff
Assalamualaikum!
Hi guys, 22 Februari lalu gw kembali ke Gunung Dempo, Pagaralam bersama teman-teman dari Bhuwana Cakti dan Wanapratala.
Kami ke Dempo nemenin tim ekspedisi dari Wanapratala (Lombok), perjalanannya seruuu.. and u know? We reach the TOP !!! What a wonderful world !!!


Day 1. Preparation
Kami berangkat Jumat (22-2-2013) sore, hampir magrib. Sebelumnya kami melakukan persiapan, mulai dari hal pribadi seperti baju yang hendak dibawa hingga perlengkapan tim berupa tenda, logistik (makanan) dan lainnya. Berangkat menggunakan bis, kami siap menempuh perjalanan Indralaya – Pagaralam yang lamanya sekitar 6-8 jam. Tim kami lumayan rame, 13 orang yaitu gw, Kak Rahma, Kak Diana, Yongki, Nata, Diyan, Kak Amet, Kak Irfan, Bang Rinchan, Mba Wulan serta empat orang dari Wanapratala yaitu Mba Anis, Bang Lecet, Bang Andik dan Melky.

Makaaaaaaaaaaaaaaaaannnn :O
Day 2. Its Cold, Its Pagaralam
Sekitar tengah malam (entah jam berapa, gw lupa) kami tiba di Pagaralam. Cuacanya dingin ditambah gerimis yang menyambut kami di kawasan Villa. Kami langsung jalan dari villa ke Kampung 4 malam itu juga, walau gerimis kami tetap semangat dan nyatanya kami ngga kedinginan kok (siapa juga yang ngerasa dingin saat mendaki kebun teh pagaralam. LOL). Tiba di Kampung 4 kami istirahat sejenak, minum minuman hangat, sedikit ngobrol then.. fall asleep *yawn*

Hembusan angin kencang dari lantai Balai Desa bikin gw kebangun. Pagi itu anginnya kencang banget, beberapa dari kami sudah ada yang bangun dan ke warung di sebelah balai. Setelah sarapan dan bersih-bersih diri, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Ini dijalan ke Pintu Rimba

Masih jalanan ke pintu rimba

Hari sudah cukup siang saat kami tiba di Pintu Rimba Gunung Dempo, disana kami eksis-eksis-an alias poto-poto, istirahat sebentar, berdoa lalu memulai pendakian.

Titik Awal Pendakian dari Kampung 4

Pintu Rimba :)

An advise

          *Menuju Shelter Satu
Jalur menuju shelter satu masih lumayan landai, jalurnya lebar, pepohonan rapat dan tinggi dan suara-suara burung masih sering terdengar. Namanya juga pendakian, ada yang cepat juga kurang cepat. Kami secara alami memisah menjadi tiga kelompok ada yang cepat, ada yang kurang cepat dan ada yang bersantai ria dibelakang. Tiba di shelter satu perut kami sudah mulai keroncongan, alhasil kami makan siang dulu di shelter satu. Dishelter satu ada sumber air, nah buat kalian yang mendaki, jangan lupa isi botol minuman biar ga kehabisan air saat di jalur pendakian.
Shelter 1
I dont know what they see -____-



          *Mendaki ke Shelter Dua
Sehabis makan, kami melanjutkan pendakian ke shelter dua, jalur sudah mulai berubah, semakin curam guys! Kalo dilihat, jalur ke shelter dua benar-benar bikin “huf” (?) tapi setelah dilewati, hey, its not bad. Naik-naik akar pohon seru juga loh ternyata :D
Butuh waktu yang lebih lama untuk mencapai shelter dua, selain karna jalur yang sudah berubah juga karna fisik masing-masing dari kami yang kian menurun (emang ada yang kondisi fisiknya meningkat abis jalan berjam-jam, ngga kan? ._.v hehe). Eh, tapi gw lebih semangat di jalur ke shelter dua ini loh, seru abisnya, apalagi pas ngeliat Kak Diana yang mendaki cepat banget, gw sampe ketinggalan.. hufff..


Sebelum sampai ke shelter dua, kami isitrahat beberapa kali, istirahat disini bukan duduk lama sambil nyantai-nyantai ya, maksudnya berhenti sejenak (kadang duduk) buat ngambil nafas dan minum, cuma beberapa menit lohh ga lama~~

Tiba di shelter dua, udaranya dingin-ga-enak gitu, gw yang tadinya ga pake jaket nyempatin buat jaketan. Disana kita bikin minuman, oh ya, di shelter dua juga ada sumber air~ jangan lupa isi botol minuman ya~
Karna sesuatu dan lain hal, kelompok ketiga yang jalannya akhiran nyampenya lama, ternyata ada yang drop. Yah.. Inilah gunung, digunung itu semuanya serba tak terduga, cuaca yang awalnya cerah bisa aja berubah jadi badai dan kita yang sehat bisa aja tiba-tiba drop (ini kata Nata. Hehe). Kami melanjutkan pendakian, karna kebanyakan istirahat ga bagus dan juga waktu terus berjalan, kami takutnya kemaleman, di shelter dua tentu ada yang menunggu kelompok ketiga datang.

          *To The TOP !
Setelah beberapa menit perjalanan, teman-teman dibawah berhasil mencapai kami. Untuk mencapai TOP, dari shelter dua, kita akan melalui cadas 1 dan cadas 2, baru TOP. Jalur pendakian dari shelter dua menuju TOP semakin curam, kami kembali memisah menjadi beberapa kelompok, tapi tetap disetiap kelompok harus ada yang bisa menjadi pengarah, karna ada beberapa ‘belokan’ yang kalau salah bisa bikin kita muter-muter. Gw termasuk dalam kelompok kedua, disini ada Mba Wulan, wanita perkasa kebanggaan BC. Heheh. Dibelakan kami masih ada satu kelompok, dan tentu sweaper tim yakni Bang Rinchan ada di belakang, namanya juga sweaper :D
Sedikit tips dari Mba Wulan, dalam pendakian, jalannya “Tik-Tok”, sulit membahasakannya yang jelas kaki kita jangan berada pada satu titik yang sama, misal kaki kanan naik, kaki kirinya naik lebih tinggi dari kaki kanan, nah kaki kanan menopang kita saat kaki kiri naik, begitulah kira-kira, ngerti? Ngga? Whatever-lah -___-

cadas

Di Cadas pemandangannya cantik banget !!! Sayangnya ada kabut-kabut dikit jadi pemandangannya agak terganggu tapi pas angin bertiup dan kabut menghilang. WOW!! SUMPAH SPEECHLESS GW!! Cantik banget guysss.. Pemandangan kebun teh, kota hingga bukit barisan bikin puas. Beneran deh, gw ngga nyesal jauh-jauh ke Dempo dan ngeliat pemandangan ini. Sayangnya pas kita mau poto-poto eh kabutnya muncul lagi.. whatthe----!

ini pemandangan cadas
(diambil dalam perjalanan pulang)

          *Finally, Its TOP, then Pelataran
Setelah melewati Cadas, akhirnya nyampe TOP !!! Pemandangan di TOP ngga sebagus di Cadas soalnya ketutupan pohon, nah dari TOP kita turun lagi ke pelataran.  
BADAI. Astaga!! Gw jalannya kedua dari belakang dan agak lambat, pas nyampe pelataran ada badai hebat dan kabut tebal, pas ngeliat tanah lapang berkabut gitu gw  langusung bingung, ini kemanaaa?? Kabutnya tebal banget sampe gw ga bisa ngeliat beberapa meter didepan gw ada orang. Dipelataran sudah ada beberapa teman yang sedang membangun tenda, blaa... blaa.. blaaa.. blaaaaa.. (susah dijelasin gimana kami ini-itu buat nyiapin tenda dan sebagainya) dan beberap menit setelahnya kami semua sudah ada di dalam tenda dan siap masak :D
Malam itu badainya hebat banget, memang katanya beberapa hari belakangan di pelataran emang gitu, badai hebat tak kenal waktu. Padahal pas di Pintu Rimba cuacanya cerah loh.. tapi badai bukan masalah selama kami ada didalam tenda, yang jadi masalah adalah kelompok terakhir belum tiba di pelataran!! Kami beneran khawatir, berharap mereka turun dan ga jadi ke puncak tapi rasanya ga mungkin kalau mereka turun dan yah, kami berharap mereka nge-camp disuatu tempat yang aman dan baik-baik aja.

Sekitar jam 9 Mba Wulan mendengar teriakan, yeah.. mereka berhasil mencapai pelataran, walaupun ada yang drop but everything is okay, we can handle it. Gw sempat keluar tenda tanpa jaket yang bikin badan gw ga berhenti gemetar, beneran dingin loh guyss!! Dan malam itu kami beristirahat di pelataran dengan badai yang menggebu-gebu diluar.

****

What happen next? Baca next part yaa~~
Leave comment please..
Seeyou and thankyou~~

Label:

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥