the crescent moon girl
Home message ARCHIVEnetworks
posted by sarah at Rabu, April 10, 2013


Assalamualaikum~
Hii all.. Its me again :D
Well, kali ini gw mau ngereview salah satu karya Jostein Gaarder yang sangat menginspirasi. Ini novel Jostein Gaader kedua yang pernah gw baca, masih tentang filsafat namun novel ini jauh lebih ringan dari novel yang gw baca sebelumnya, Dunia Sophie. Setelah membaca dua novel Jostein Gaarder gw yakin kalau novel-novel beliau yang lain pasti tidak kalah menarik dan menginspirasi.

Judul                                     : Gadis Jeruk
Penulis                                 : Jostein Gaarder
Penerbit                              : Mizan
Tanggal terbit                    :  Edisi lama cetakan I, Maret 2005 || Gold edition cetakan II, Oktober 2011
Jumlah halaman               : 252 halaman
Kategori                               : Novel

Aku mesti mengajukan pertanyaan serius kepadamu, Georg, dan itulah sebabnya aku menulis. Akan tetapi, agar mampu mengajukan pertanyaan ini, pertama-tama aku harus menyampaikan cerita sedih yang telah kujanjikan kepadamu tadi.

Aku sudah berniat untuk menceritakan kepadamu kisah Gadis Jeruk suatu waktu nanti, semasa kau hidup.

Bagaimana perasaan Anda jika mendapat surat seperti di atas dari ayah Anda yang meninggal sebelas tahun yang lalu? Bingung, tentunya.

Itulah yang dialami Georg Roed pada usianya yang ke-15 tahun. Dia tak habis pikir mengapa ayahnya, dikala menjelang wafat, memutuskan untuk menuliskan kisah cintanya dengan seorang gadis misterius. Si Gadis Jeruk, demikianlah ayahnya menyebut gadis tersebut. Siapa sebenarnya si Gadis Jeruk itu? Dan mengapa pula ayahnya menanyakan kabar Teleskop Ruang Angkasa Hubble?

Sepanjang isi buku ini, bersama Georg, kita kan diajak menjelajahi sebuah dunia yang didalamnya kehidupan nyata dijalani seperti dalam dongeng. Dari sebuah kisah cinta, beralih ke perenungan tentang alam semesta sampai pada pertanyaan filosofis tentang hidup, akhirnya mungkin Anda pun bisa menjawab pertanyaan ayah Georg: sebuah pertanyaan yang sangat penting bagi hidup kita.

***

Gadis Jeruk menceritakan tentang Georg yang menerima surat dari ayahnya, dalam surat tersebut sang ayah menceritakan tentang Gadis Jeruk yang ia temui suatu hari. Ayahnya penasaran dan terus-terusan mencari si Gadis Jeruk. Pada akhirnya sang ayah mengungkapkan siapa si Gadis Jeruk dan membahas masalah-masalah filosofis yang berhubungan dengan cerita ini.

Entah ini adalah ke-khas-an Jostein Gaarder atau bagaimana, dalam novel ini ia kembali menceritakan cerita dalam cerita, alur dan plot-nya unik dan tentu menarik.

Di akhir novel kita diingatkan tentang makna kehidupan dan berbagai pernyataan filosofis lainnya serta kesimpulan dari Georg yang cukup membuat kita merenung.

Dan satu lagi, gw paling suka sama akhir kalimat dalam buku ini :
Hidup ini seperti sebuah lotre besar dimana hanya tiket para pemenanglah yang diperlihatkan.
Kamu yang membaca buku ini adalah salah seorang pemenang tiket yang menang itu. Kamu beruntung? []

***

Favorite quotes

Pada akhirnya surat akan selalu sampai ke alamat tujuannya (pg.12)

Banyak orang menjalani seluruh hidup mereka tanpa menyadari mereka bahwa mengapung di ruang hampa (pg.78)

Jika dua orang nyaris tidak melakukan hal lain kecuali saing mencari, tidak mengherankan jika mereka akan saling berjumpa secara kebetulan (pg. 156)

Kita tidak bisa berbagi masa lalu kita Jan Olav. Pertanyaannya adalah apakah kita mempunyai masa depan bersama (pg.157)

Tidak ada jeruk yang sama, Jan Olav. Bahkan, dua helai rumput pun tidak ada yang sama. Itulah alasan kamu berada disini sekarang. (pg. 159)

Ketika menggunakan kata ganti “kita.” Kita menempatkan dua orang di balik sebuah tidakan-bersama nyaris seolah-olah merekamemembentuk satu wujud senyawa (pg. 173)

Kadang-kadang lebih terasa menyakitkan bagi manusia untuk kehilangan sesuatu yang disayanginya daripada tak pernah memilikinya sama sekali (pg.211)

Apa yang akan kamu pilih seandainya kamu punya kesempatan untuk memilih? Apakah kamu akan memilih hidup yang singkat di bumi kemudian dicerabut lagi, atau apakah kamu akan berkata tidak, terima kasih? Kamu hanya punya dua pilihan itu. Itulah aturannya. Dengan memilih hidup, kamu juga memilih mati (pg. 212)

Akan tetapi impian tentang sesuatu yang tak mungkin, memiliki nama tersendiri. Kita menyebutnya harapan (pg. 216)

Hidup ini singkat bagi mereka yang benar-benar bisa memahami bahwa suatu hari, seluruh dunia ini akan berada pada titik akhir yang penghabisan (pg.241)

Tidak setiap orang punya kemampuan untuk memahami apa arti pergi untuk selama-lamanya (pg. 241)

Ada ribuan hal kecil yang membuat segalanya jadi berbeda (pg.250)

***

At least, menurut gw ini salah satu novel yang recomended terutama buat kalian yang menyukai filsafat.  (y)

I think thats all
See you and thankyouu~~

Also read :
Another novel by Jostein Gaarder , Dunia Shopie
Another novel filsafat, The Alchemist

Label: ,

the crescent moon girl
Just look up we are both under the same starry sky
navigation
By Labels : blog, juststory, traveljournal, review buku, 0812ss
info

ABOUT Personal blog with random post
ESTABLISHED November 2009
ONLINE
HITS
CREDIT 1 | 2 | 3 | 4 | ♥